DPMD Kukar Terus Dorong Digitalisasi Desa Lewat Si Pacar Kuda, Jadi Rujukan Wilayah Lain
(Pertemuan Pemkab Kutim bersama DPMD Kukar /pic:ist)
POSKOTAKALTIMNEWS, KUKAR: Komitmen Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa
(DPMD) Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar) dalam mendorong transformasi digital
desa semakin membuahkan hasil nyata.
Inovasi mereka melalui
aplikasi Si Pacar Kuda (Sistem Informasi Pencairan Keuangan Desa) kini menjadi
magnet bagi daerah lain untuk belajar, termasuk Pemerintah Kabupaten Kutai
Timur yang beberapa waktu lalu melakukan kunjungan studi tiru ke DPMD dan BPKAD
Kukar.
Kunjungan tersebut bukan
sekadar silaturahmi, melainkan upaya serius Pemkab Kutai Timur untuk
mempelajari lebih dalam sistem pengelolaan keuangan desa berbasis digital yang
telah sukses diterapkan di Kukar.
Melalui aplikasi Si Pacar
Kuda proses pencairan dana desa kini tak lagi terhambat oleh jarak dan waktu.
Kepala Bidang Administrasi
Pemerintahan Desa DPMD Kukar, Poino, menjelaskan bahwa sistem ini merupakan
salah satu terobosan penting dalam mempercepat layanan administrasi keuangan
desa.
“Dengan Si Pacar Kuda,
pengajuan pencairan dana kini cukup dilakukan secara daring. Perangkat desa
tidak perlu lagi datang ke kabupaten, cukup mengunggah berkas secara online,”
jelasnya.
Menurutnya, sistem digital
ini menjadi solusi tepat bagi daerah dengan karakter geografis luas seperti
Kutai Timur dan Kutai Kartanegara, di mana banyak desa terpencil dan sulit
dijangkau.
“Hambatan jarak kini tak
lagi menjadi alasan. Proses bisa lebih cepat, aman, dan transparan,” kata
Poino.
Poino menegaskan,
keberhasilan ini tak lepas dari komitmen DPMD Kukar dalam mendorong
pemerintahan desa menuju era digital.
Pihaknya pun membuka diri
untuk berbagi pengetahuan dan pengalaman dengan daerah lain.
“Kami siap berkolaborasi
dan berbagi praktik baik agar semakin banyak desa yang bisa menerapkan sistem
digital dengan efektif,” ungkapnya.
Bagi DPMD Kukar,
digitalisasi bukan sekadar mengikuti tren, tetapi bagian dari langkah strategis
membangun tata kelola pemerintahan desa yang maju, dan mandiri.
Inovasi seperti Si Pacar
Kuda menjadi bukti nyata bagaimana teknologi dapat mempercepat pelayanan publik
sekaligus memperkuat transparansi keuangan.
“Dengan kegiatan studi
tiru itu juga kita harap menjadi simbol sinergi antar daerah di Kalimantan
Timur dalam mendorong kemajuan bersama,” harap Poino.
Ia menambahkan dengan
kolaborasi seperti ini diyakini akan mempercepat pemerataan pembangunan dan
meningkatkan kapasitas tata kelola desa di seluruh wilayah. (Adv/Tan)